OREANDA-NEWS. Fitch Ratings Indonesia telah mempublikasikan Peringkat Nasional Jangka Panjang PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) di ‘AA-(idn)’. Outlook adalah Stabil. Pada saat yang bersamaan, Fitch juga menetapkan Peringkat Obligasi medium-term notes (MTN) AUTO yang akan diterbitkan sebesar IDR800milyar di ‘AA-(idn)’.

Sesuai dengan kriteria Parents and Subsidiary Linkage Criteria dari Fitch, Peringkat Nasional Jangka Panjang AUTO mencakup kenaikan satu notch dari peringkat standalone yang disebabkan oleh hubungan strategis dan operasional yang kuat dengan induknya, PT Astra International Tbk (Astra), yang menguasai 80% dari total kepemilikan AUTO. Peringkat standalone AUTO, yang berada di ‘A+(idn)’, didukung oleh profil bisnis yang solid dan metrik kredit yang sehat. AUTO memiliki produk yang bervariasi, citra merek yang kuat, dan diversifikasi penghasilan dari divisi trading yang bertumbuh pesat dan pada saat yang bersamaan, mempertahankan rasio pinjaman/pendapatan yang sehat.

MTN yang akan diterbitkan diperingkat setara dengan Peringkat Nasional Jangka Panjang AUTO karena MTN tersebut merupakan kewajiban senior tanpa jaminan, dimana tingkat kewajiban dengan jaminan perusahaan tergolong rendah dibandingkan dengan EBITDA-nya.

Peringkat Nasional 'AA' mencerminkan ekspektasi akan resiko gagal bayar yang relatif rendah terhadap perusahaan atau obligasi yang diterbitkan di negara yang sama. Resiko gagal bayar tersebut pada dasarnya hanya sedikit berbeda dari peringkat perusahaan atau obligasi tertinggi di negara yang bersangkutan.

Faktor-Faktor Penggerak Peringkat

Pemimpin Pasar dengan Pendapatan resilien: AUTO adalah produsen komponen otomotif terbesar di Indonesia berdasarkan pendapatan dan kapasitas, sementara lini bisnis Shop & Drive yang dimilikinya adalah toko eceran onderdil mobil terbesar di Indonesia dengan 363 outlet pada akhir-2015. AUTO juga merupan pemimpin pasar dalam beberapa kategori produk – khususnya baterai dan shock-absorber. Akhir-akhir ini, AUTO telah berfungsi sebagai produsen peralatan asli (OEM) dan produsen peralatan pengganti (REM). Diversifikasi ini mendukung profil bisnis AUTO karena kuatnya permintaan untuk REM dapat membantu mengimbangi kelemahan dalam permintaan untuk peralatan baru.

Divisi Trading mengimbangi kelemahan Manufaktur: Bisnis manufaktur AUTO, yang memasok komponen OEM untuk pembuat mobil dan meng-kontribusikan sekitar 60% kepada total pendapatan, sedang mengalami tekanan dikarenakan penurunan penjualan mobil di Indonesia pada tahun 2015 yang sedang memasuki titik terendah. Namun, divisi Trading, yang menyediakan suku cadang, telah terlihat lebih tangguh, dimana pendapatan di segmen ini naik 4% pada tahun 2015, sehingga kontribusi dari divisi Trading kepada total pendapatan naik menjadi 45% pada tahun 2015 dari 41% di tahun 2014. Fitch mengharapkan penyumbangan divisi Trading terhadap total pendapatan dapat terus bertumbuh, dikarenakan pemulihan dalam penjualan otomotif cenderung bertahap, sementara permintaan untuk suku cadang akan tetap relatif resilien.

Profil Keuangan yang Kuat: Pada akhir-2015, net debt-to-EBITDA AUTO berada di 0,4x, dengan FFO-adjusted leverage yang hanya 1,3x dan fixed-charge coverage di 6x. Fitch melihat bahwa struktur modal yang konservatif ini akan berlanjut di mana perusahaan berencana untuk mengurangi ekspansi selama dua hingga tiga tahun ke depan. Namun, kebutuhan belanja modal perusahaan yang berada di kisaran IDR500milyar-1trilyun per tahun merupakan jumlah yang relatif tinggi dapat membatasi arus kas bebas (free cash flow). Selanjutnya, AUTO memiliki IDR2,8trilyun berupa fasilitas berkomitmen yang belum terpakai pada akhir-2015. Fasilitas tersebut merupakan jumlah yang cukup untuk membayar hutang yang jatuh tempo dalam jangka pendek.

Dukungan dari induk: Fitch melihat adanya hubungan operasional dan strategis yang kuat antara AUTO dan Astra. Hubungan tersebut termasuk risiko reputasi dari penggunaan nama dan merek yang sama, keserupaan dalam komposisi dewan, dan terintegrasi-nya bisnis komponen AUTO dalam bisnis otomotif Astra, yang meliputi manufaktur, distribusi, dan pembiayaan otomotif.

ASUMSI UTAMA

Asumsi utama yang digunakan Fitch dalam rating case untuk perusahaan mencakup:

- Pemulihan dalam penjualan otomotif akan terjadi secara bertahap, mulai dari 2017

- Asumsi harga minyak per barrel mengikuti price deck Fitch, dengan asumsi adanya 90% korelasi antara harga plastik dan harga minyak (2016: USD35, 2017: USD45, 2018: USD55, 2019: USD65)

- Harga timah sesuai dengan asumsi BMI (2016: USD1,800/ton, 2017: USD1,850/t, 2018: USD1,900/t, 2019: USD1,950/t)

- Harga baja sesuai dengan asumsi BMI (2016: USD490/ton, 2017: USD510/t, 2018: USD525/t, 2019: USD540/t)

SENSITIFITAS PERINGKAT

Positif: Perkembangan di masa depan yang mungkin, secara individu maupun kolektif menaikkan peringkat antara lain:

- Free cash flow menjadi positif secara berkelanjutan

- Marjin EBITDA naik di atas 9% (2015: 7%) secara berkelanjutan

- Penguatan dalam hubungan dan atau dukungan dari Astra

Negatif: Perkembangan di masa depan yang mungkin, secara individu maupun kolektif menurunkan peringkat antara lain:

- Pelemahan dalam hubungan dan atau dukungan dari Astra, atau pelemahan yang signifikan dalam profil kredit Astra

- FFO net leverage meningkat di atas 2,0x (2015: 0,36x) secara berkelanjutan